PT BIMA Dorong Produktivitas Karyawan melalui Sharing Session "AI for Workplace Productivity" Bersama Primavisi Digital

A Admin Primavisi 05 September 2026 7 menit baca
PT BIMA Dorong Produktivitas Karyawan melalui Sharing Session "AI for Workplace Productivity" Bersama Primavisi Digital

Surabaya – Perkembangan Artificial Intelligence (AI), khususnya Generative AI, mulai membawa perubahan nyata dalam cara bekerja. AI kini tidak hanya digunakan untuk mencari informasi atau membuat teks, tetapi juga dapat membantu penyusunan dokumen, analisis data, brainstorming, problem solving hingga mempercepat berbagai proses kerja sehari-hari.

Menjawab perkembangan tersebut, PT Berkah Industri Mesin Angkat (PT BIMA) menyelenggarakan sharing session bertajuk “AI for Workplace Productivity – From Prompt to Productivity” pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Pusat PT BIMA tersebut diikuti sekitar 100 karyawan dari berbagai fungsi dan level jabatan, baik secara langsung maupun melalui fasilitas pertemuan daring.

Sharing session ini dilaksanakan bersama PT Prima Visi Digital Nusantara (Primavisi Digital) dengan David Hermansyah, S.Kom., MT., praktisi Teknologi Informasi dan Transformasi Digital, sebagai trainer.

Acara dibuka oleh Gatot Imam P, Direktur Keuangan, SDM & Manajemen Risiko PT BIMA.

Flyer sharing session AI for Workplace Productivity di PT BIMA bersama Primavisi Digital
Flyer kegiatan sharing session “AI for Workplace Productivity – From Prompt to Productivity” di Kantor Pusat PT BIMA, 27 Agustus 2026.

PT BIMA merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang engineering, maintenance, repair, overhaul, pengadaan, serta modifikasi berbagai peralatan pelabuhan. Dengan aktivitas operasional yang luas, pemanfaatan teknologi digital dan Artificial Intelligence menjadi salah satu peluang untuk meningkatkan efektivitas berbagai proses kerja di lingkungan perusahaan.

AI Bukan Sekadar Membuat Teks

Salah satu pesan utama dalam sharing session ini adalah bahwa Artificial Intelligence tidak hanya digunakan untuk bertanya kepada chatbot atau sekadar membuat tulisan.

Dalam lingkungan kerja, Generative AI dapat berperan sebagai asisten kerja digital yang membantu manusia menyelesaikan berbagai pekerjaan administratif, analitis maupun pekerjaan yang membutuhkan proses berpikir awal.

Peserta diperkenalkan pada berbagai contoh penggunaan AI, mulai dari membuat dan memperbaiki surat atau email, menyusun laporan berdasarkan informasi yang tersedia, merangkum dokumen panjang, mengubah notulen rapat menjadi daftar pekerjaan dan PIC, menyusun SOP atau instruksi kerja, membaca tabel dan data, membandingkan beberapa alternatif hingga membantu membuat rencana kerja dan action plan.

Pendekatan tersebut menempatkan AI bukan sebagai pengganti kemampuan manusia, tetapi sebagai alat bantu untuk meningkatkan kecepatan, kualitas, kreativitas dan produktivitas kerja.

Dari Prompt ke Produktivitas

Salah satu materi utama dalam kegiatan ini adalah Effective Prompting, yaitu kemampuan memberikan instruksi yang tepat kepada Artificial Intelligence.

Kualitas jawaban AI sangat dipengaruhi oleh kualitas instruksi yang diberikan pengguna. Prompt yang terlalu sederhana sering kali menghasilkan jawaban yang umum dan kurang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.

Karena itu peserta diperkenalkan pada cara menyusun prompt dengan memberikan konteks, tujuan, batasan, contoh serta format output yang diinginkan.

Sebagai contoh, pengguna tidak cukup hanya memberikan perintah:

“Buatkan laporan rapat.”

Instruksi dapat dikembangkan dengan menjelaskan tujuan laporan, siapa pembacanya, hasil rapat, keputusan yang diambil, daftar pekerjaan, PIC, tenggat waktu hingga format dokumen yang diinginkan.

Dari sinilah tema “From Prompt to Productivity” menjadi relevan. Kemampuan memberikan instruksi yang tepat kepada AI dapat mengubah teknologi tersebut dari sekadar chatbot menjadi alat bantu produktivitas.

AI untuk Dokumen dan Pekerjaan Administratif

Banyak aktivitas kerja sehari-hari masih membutuhkan waktu cukup besar untuk menyusun berbagai dokumen.

Dalam sesi workshop, peserta melihat bagaimana AI dapat membantu proses pembuatan surat, email, laporan, notulen, SOP, rangkuman maupun berbagai dokumen pekerjaan lainnya.

AI dapat membantu membuat draft awal dengan cepat. Selanjutnya pengguna melakukan pemeriksaan, koreksi dan penyesuaian berdasarkan standar perusahaan.

Dengan pendekatan tersebut, waktu karyawan dapat lebih banyak digunakan untuk pekerjaan yang membutuhkan penilaian, komunikasi, koordinasi dan pengambilan keputusan.

Membaca Informasi dan Data dengan AI

Generative AI juga dapat digunakan untuk membantu membaca dan memahami informasi dalam jumlah besar.

Peserta diperkenalkan pada penggunaan AI untuk merangkum dokumen, membaca tabel dan data, mencari pola, membandingkan informasi serta menghasilkan insight awal.

Kemampuan tersebut membuka banyak peluang penggunaan AI di lingkungan perusahaan.

Sebuah laporan yang panjang, misalnya, dapat diringkas menjadi beberapa poin penting. Beberapa dokumen dapat dibandingkan untuk menemukan perbedaan. Data dalam tabel dapat dibantu dianalisis untuk melihat pola tertentu sebelum dilakukan analisis lebih lanjut oleh pengguna.

AI dengan demikian dapat berfungsi sebagai alat bantu untuk mempercepat proses memahami informasi.

AI sebagai Partner Brainstorming dan Problem Solving

Tidak semua pekerjaan memiliki prosedur atau jawaban yang sudah tersedia.

Dalam situasi seperti ini, Artificial Intelligence dapat digunakan sebagai thinking partner untuk membantu pengguna melihat sebuah persoalan dari beberapa sudut pandang.

Peserta mencoba memanfaatkan AI untuk brainstorming, mencari berbagai alternatif solusi, menentukan prioritas hingga menyusun action plan.

Sebagai contoh, ketika terdapat sebuah permasalahan operasional, AI dapat diminta menghasilkan beberapa alternatif penyelesaian lengkap dengan kelebihan, kelemahan, risiko dan langkah implementasinya.

Namun keputusan akhir tetap berada pada manusia.

AI memberikan alternatif berdasarkan informasi yang dimilikinya, sementara karyawan dan manajemen memiliki pemahaman mengenai kondisi lapangan, kebijakan perusahaan, pengalaman serta konsekuensi dari setiap keputusan.

Hasil AI Tetap Harus Diverifikasi

Kemampuan menggunakan Artificial Intelligence juga harus disertai dengan pemahaman terhadap keterbatasannya.

Karena itu, sharing session tidak hanya membahas bagaimana memperoleh jawaban dari AI, tetapi juga menekankan pentingnya keamanan dan kerahasiaan data, potensi halusinasi AI, verifikasi hasil, hak cipta serta penggunaan AI secara bertanggung jawab.

Peserta diperkenalkan pada pola kerja sederhana:

Tugas / Permasalahan → Prompt → AI → Verifikasi → Perbaikan → Hasil

Hasil yang diberikan AI tidak seharusnya langsung digunakan tanpa pemeriksaan.

Pengguna tetap memiliki tanggung jawab untuk memverifikasi informasi, memperbaiki hasil dan memastikan output yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan maupun ketentuan perusahaan.

Lebih Banyak Praktik daripada Teori

Sharing session “AI for Workplace Productivity” dirancang agar dapat diikuti peserta dari berbagai latar belakang pekerjaan tanpa membutuhkan kemampuan pemrograman.

Metode pembelajaran menggunakan pendekatan:

30% Concept – 30% Demonstration – 40% Hands-on Practice

Peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan mengenai AI, tetapi juga melihat demonstrasi dan mencoba penggunaan Generative AI secara langsung.

Pendekatan praktik menjadi penting karena kemampuan menggunakan AI sulit diperoleh hanya dengan memahami teori.

Peserta perlu mencoba sendiri bagaimana sebuah prompt sederhana dapat dikembangkan menjadi instruksi yang lebih terstruktur dan kemudian menghasilkan output yang benar-benar membantu pekerjaan.

AI sebagai Asisten Kerja Digital

Salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong peserta agar mulai melihat Generative AI sebagai asisten kerja digital.

AI tidak harus digunakan untuk pekerjaan yang kompleks.

Penerapannya dapat dimulai dari aktivitas sederhana yang dilakukan hampir setiap hari, seperti:

  • menyusun email;
  • membuat draft surat;
  • merangkum dokumen;
  • membuat notulen rapat;
  • menyusun daftar pekerjaan;
  • membuat SOP;
  • membaca data;
  • brainstorming;
  • membandingkan alternatif; dan
  • menyusun rencana kerja.

Dari aktivitas sederhana tersebut, organisasi dapat mulai mengidentifikasi pekerjaan mana yang dapat dipercepat dan ditingkatkan menggunakan AI.

Transformasi AI pada akhirnya bukan hanya persoalan teknologi.

Teknologi baru akan memberikan manfaat apabila diikuti kemampuan sumber daya manusia untuk menggunakannya secara tepat.

Karena itu, pengenalan AI kepada karyawan menjadi langkah penting sebelum perusahaan masuk pada tahap yang lebih jauh seperti AI automation, integrasi sistem maupun transformasi proses bisnis.

Bagi Primavisi Digital, implementasi AI di perusahaan idealnya dimulai dari persoalan kerja yang nyata.

Perusahaan dapat memulainya dengan sebuah pertanyaan sederhana:

“Pekerjaan apa yang saat ini dilakukan berulang kali, membutuhkan banyak waktu, tetapi sebenarnya dapat dibantu oleh AI?”

Dari pertanyaan tersebut, organisasi dapat mulai memetakan aktivitas yang berpotensi dibantu AI, diotomatisasi atau diintegrasikan dengan sistem yang sudah digunakan perusahaan.

Pada akhirnya, transformasi Artificial Intelligence bukan tentang menggunakan teknologi yang paling canggih.

Transformasi AI adalah tentang bagaimana teknologi dapat membantu manusia bekerja lebih efektif, mengambil keputusan dengan lebih baik dan menciptakan nilai yang lebih besar bagi organisasi.

Ingin Meningkatkan Produktivitas Tim dengan AI?

PT Prima Visi Digital Nusantara (Primavisi Digital) membantu perusahaan mengadopsi Artificial Intelligence secara praktis dan terarah melalui Corporate AI Training, AI Productivity Workshop, AI Automation dan Digital Transformation Consulting.

Program dapat disesuaikan dengan proses bisnis, kebutuhan masing-masing divisi serta permasalahan nyata yang dihadapi perusahaan.

From Prompt to Productivity. From AI to Business Transformation.

Bagikan: